Forum Bisnis Sociopreneur ke-20: Semangat Pantang Menyerah Menebar Kebaikan dan Menggapai Tujuan

Menuju acara Festival UMKM 88, Infinite88 mengadakan acara Forbis Sociopreneur ke-20, Selasa (20/10). Acara ini mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat dengan Kemandirian Usaha.”

Acara Forbis Sociopreneur tayang setiap Selasa pukul 20.00-22.00 WIB, di satelit TV Desa, dan juga dapat ditonton melalui live streaming di kanal YouTube TV Desa. Dalam Forbis Sociopreneur pada Selasa, 20 Oktober 2020 mengangkat topik yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat dan kemandirian usaha: “Pemberdayaan Masyarakat dengan Kemandirian Usaha” dengan menghadirkan dua pembicara yaitu Dharmawan Sumiran – Sociopreneur Pemberdayaan Masyarakat dan M. Jafar – Pelaku Usaha Disabilitas.

Dharmawan Sumiran, yang merupakan Sociopreneur Pemberdayaan Masyarakat, dalam acara Forbis Sociopreneur ke-20 ini mengangkat topik yang berjudul “Menciptakan Kemandirian Masyarakat dengan Edukasi dan Pembimbingan Usaha dan Kemandirian.” Dharmawan merupakan pengurus Panti Arrahman yang sudah berdiri sejak tahun 1992, tepatnya sebagai bendahara atau pengurus keuangan Panti Arrahman. Sejarah singkat terbentuknya Panti Arrahman dilatarbelakangi oleh Dharmawan yang mempunyai kegemaran melakukan blusukan ke berbagai desa dan menemukan bahwa banyak anak-anak yang masih belum mendapatkan pendidikan yang layak dan banyak dari mereka yang putus sekolah karena keterbatasan ekonomi. Akhirnya, Dharmawan pun tergerak untuk membentuk sebuah sarana pemberdayaan masyarakat yaitu Panti Arrahman, dengan Ayah dan Ibu beliau yang memberikan dukungan terhadap kegiatan Panti Arrahman sejak awal berdirinya panti ini, tahun 1992. “Permasalahan yang ada yaitu kemiskinan yang disebabkan oleh kurangnya ilmu, sehingga memungkinkan munculnya kejahatan. Solusinya yaitu melalui berbagi ilmu,” ujar Dharmawan. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Panti Arrahman guna membantu anak-anak yang kurang mampu yaitu membantu biaya pendidikan mulai dari Sekolah Dasar sampai Perguruan Tinggi; memberikan pelatihan pertanian, peternakan, perikanan, dan pertukangan; serta mengajarkan ilmu mengelola keuangan dan ilmu kepemimpinan. Saat ini Panti Arrahman sudah memiliki 8 lokasi dengan total 180 anak terbantu. Selain itu, terdapat juga Beasiswa Alumni Undip yang sudah berkolaborasi dengan Panti Arrahman sejak tahun 2016. Sebagai kutipan penutup, Dharmawan mengatakan bahwa “Sebaiknya kita hidup memang harus bermanfaat untuk orang lain.”

M. Jafar, yang merupakan pelaku usaha disabilitas dengan energi kemandirian usaha yang tangguh dan inspiratif, dalam acara Forbis Sociopreneur ke-20 ini mengangkat topik yang berjudul “Break the Limit Mengatasi Keterbatasan dengan Semangat Tiada Batas dengan Kreatifitas.” M. Jafar membagikan kisah inspiratifnya mengenai perjuangannya yang tak kenal lelah dalam berkreasi walaupun dengan kondisi fisiknya yang tidak sempurna. M. Jafar mengaku bahwa dirinya tidak bisa hanya diam saja tanpa berusaha dan pasrah menerima keadaannya, sehingga kondisi fisiknya pun tak lagi menjadi penghalang M. Jafar. Beliau yang berasal dari Kabupaten Batang kemudian pergi ke Solo untuk mengikuti kelas pelatihan. Pada awalnya M. Jafar berminat untuk mengikuti pelatihan di bidang komputer, namun karena akan sulit baginya untuk berkutat dengan komputer yang disebabkan oleh kondisi fisiknya, akhirnya beliau memutuskan untuk mengambil pelatihan di bidang lain. Setelah menyelesaikan pelatihannya di Solo, M. Jafar kemudian kembali ke Kabupaten Batang dan segera mengajak beberapa temannya untuk membentuk usaha entah apapun itu yang penting mereka berkarya. Salah satu usaha yang kini tengah dijalani M. Jafar yaitu usaha pembuatan penghapus papan tulis. M. Jafar memasarkan produknya ini ke sekolah-sekolah secara langsung dan terbilang sudah cukup banyak transaksi yang berhasil dilakukan. Selain membuat penghapus papan tulis, M. Jafar juga membuat papan tulisnya sendiri. Dalam sebuah video proses pembuatan barang-barang tersebut yang ditunjukkannya pada saat sharing, terlihat bahwa M. Jafar sangat cekatan dalam mengerjakan atau membuat produk-produknya tersebut walaupun beliau memiliki kondisi fisik yang tidak sempurna. “Terlepas dari bagaimanapun kondisi fisik kita, kita harus tetap berusaha semaksimal mungkin dengan prinsip pantang menyerah. Tetap semangat,” ujar M. Jafar.

Melalui acara ini dan dengan hadirnya para pembicara yang memiliki kisah inspiratif dalam usahanya melakukan pemberdayaan masyarakat dan kemandirian usaha meskipun dengan kondisi fisik yang tidak sempurna, diharapkan dapat menginspirasi seluruh kalangan masyarakat di Indonesia untuk sebisa mungkin bermanfaat bagi orang lain dengan semangat menebar kebaikan dan selalu memiliki prinsip pantang menyerah dalam mencapai tujuannya tanpa merasa khawatir dan minder akan keterbatasan yang mungkin dimiliki.

Informasi Kontak:
Infinite88 Consulting
consulting@infinite88.id
Serpong Park Blok BV A2 No. 57, Jl. Serpong Park Boulevard,
Tangerang Selatan, Banten,
Indonesia
No. Telepon: +62819000099 (Dwi Agus Prayitno) / +628170255566 (AG Purwanto Edi)

Penulis : Melinda
Penyunting : Artana