Mengenal Kehebatan Teknologi Plasma karya PT. Dipo Technology

Bapak Azwar sebagai Direktur Eksekutif Manajemen PT. Dipo Technology Semarang merupakan alumni Universitas Diponegoro. Lulusan S1 Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta jurusan Pemasaran dan pada tahun 2020 beliau telah menyelesaikan pendidikan S2-nya di Universitas Diponegoro. Perjalanan karirnya ia mulai dengan bekerja di suatu perusahaan di Yogyakarta sebelum akhirnya membangun PT. Dipo Technology.

Sejarah Singkat Terbentuknya PT. Dipo Technology

Awal mula terbentuknya perusahaan ini dimulai pada tahun 2007-2008 yang saat itu sedang diadakan unit uji industri litbang yang sudah membawa hasil research namun membutuhkan perusahaan lembaga sebagai pendamping dalam menuju proses realisasi. Hasil research yang telah berhasil dilakukan adalah hasil uji plasma. Nama PT. Dipo Technology ternyata tidak ada kaitannya dengan Undip, hanya saja hal tersebut ada karena hasil ide dari Prof. Muhammad Nur yang meneliti teknologi plasma di Universitas Diponegoro.   

Apa Itu Teknologi Plasma?

Teknologi plasma merupakan teknologi yang dulunya hanya ada di Universitas Diponegoro. Teknologi ini tercipta dari penelitian Prof. Dr. Muhammad Nur yang menyelesaikan studinya di Perancis. Plasma sendiri merupakan loncatan listrik yang terjadi dari elektron negatif menuju proton positif seperti petir kecil yang bertegangan tinggi sehingga dapat menghasilkan Ozon (O3).

Macam Produk Keluaran dan Fungsinya

Saat ini terdapat tiga produk yang telah dihasilkan dan dipasarkan oleh PT. Dipo Technology, diantaranya D’Ozone, Seaozone, dan Zeta Green.

Produk pertama D’Ozone, merupakan sebuah alat mesin yang dapat menghasilkan Ozon melalui teknologi plasma yang bekerja dalam membunuh jamur dan bakteri melalui dua cara (dicuci dan tidak dicuci) yang berguna dalama membantu proses penyimpanan produk hasil panen agar tetap segar. Pada cara pengolahan yang bisa dicuci, beberapa hasil panen mengalami proses perendaman setelah disemprotkan dengan plasma. Sedangkan pada pengolahan yang tidak bisa dicuci, cukup dilakukan dengan proses penyemprotan plasma.

Produk kedua Seaozone, merupakan alat bantu nelayan yang membuat hasil ikan tangkapan tetap segar, beku, dan tidak rusak. Alat ini masih diujikan di laut, belum dilakukan proses pengujian di darat. Melalui bantuan gas Ozon dan nano bubble, hasilnya adalah 97% ikan berhasil segar dan tidak rusak.

Produk ketiga Zeta Green, diklaim dapat mensterilisasi udara dengan cara proses “menukar” di ruangan tertutup ber-AC. Cara kerjanya adalah dengan menyedot udara yang masuk melewati reaktor plasma yang membuat debu, jamur, virus, dan bakteri rusak dan mati (lisis). Kemudian udara akan dikeluarkan kembali menjadi O2. Berkenaan dengan pandemi yang sedang terjadi saat ini, Zeta Green diklaim dapat mengurangi penularan COVID-19 yang tersebar melalui udara.

Rencana Fokus Kegiatan Selanjutnya

Saat ini, ketiga produk dari PT. Dipo Technology sudah dipasarkan di banyak provinsi di Indonesia, seperti klaster-klaster bawang Bank Indonesia di NTB, Mamuju, dan Medan. Produk Zeta Green sendiri sudah dipesan untuk digunakan di ruang kerja Gubernur Jawa Tengah, RSUD Kariadi Semarang, Rumah Sakit Nasional Diponegoro, Lemhanas Jakarta, Polda Jateng, Departemen Kimia FMIPA UGM, dan Yayasan Budha Tsu Chi Jakarta. Bapak Azwar menyatakan bahwa saat ini Dipo Tech masih akan berfokus ke alat-alat yang sudah ada, meskipun juga sedang menguji di bidang kesehatan dan juga bidang lainnya.