Forum Bisnis Sociopreneur ke-19: Era Turbulensi Tak Menghalangi Terbentuknya Inovasi Bisnis Pencipta Peluang Usaha

Menuju acara Festival UMKM 88, Infinite88 mengadakan acara Forbis Sociopreneur ke-19, Selasa (13/10). Acara ini mengusung tema “Inovasi Bisnis di Era Turbulensi Tetap Sukses Menciptakan Peluang Usaha.”

Acara Forbis Sociopreneur tayang setiap Selasa pukul 20.00-22.00 WIB, di TV Desa yang disiarkan lewat satelit Merah Putih, dan juga dapat ditonton melalui live streaming di kanal YouTubeInfinite88TV. Dalam Forbis Sociopreneur pada Selasa, 13 Oktober 2020 mengangkat topik yang berfokus pada inovasi teknologi dan peluang bisnis: “Inovasi Bisnis di Era Turbulansi Tetap Sukses Menciptakan Peluang Usaha” dengan menghadirkan tiga pembicara yaitu Azwar – Direktur Eksekutif Manajemen Dipo Tech, Mursito Firman Bakri – Direktur Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo), dan Suryandaru – Direktur Eksekutif Nano Tech Indonesia.

Azwar dalam presentasinya yang berjudul “Mengatasi Turbulensi dengan Inovasi Plasma Mengatasi COVID-19” memaparkan bahwa dibawah naungan Universitas Diponegoro Semarang, Dipo Tech telah berhasil menciptakan inovasi dalam teknologi yaitu sebuah alat bernama Zeta Green. Zeta Green adalah alat penjernih udara yang berfungsi untuk menyaring udara kotor, asap (CO), membunuh virus, bakteri, jamur, mendukung penyebaran penyakit, membantu kesembuhan akibat virus, bakteri maupun jamur, menghilangkan bau ruangan yang tidak sedap dirubah menjadi udara bersih, segar dan sehat, bebas virus, bakteri dan jamur yang berbahaya. Zeta Green menggunakan teknologi plasma dingin. Center For Plasma Research (CPR) Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro Semarang menyatakan bahwa Teknologi Plasma yang terpasang di Zeta Green aman digunakan sesuai aturan internasional. . Laboratorium Mikrobiologi dan Universitas Diponegoro Semarang menyatakan hanya dalam 60 menit Zeta Green diaktifkan terjadi penurunan jumlah mikroorganisme pada media Nutrien Agar (NA) untuk BAKTERI sebesar 53,40% dan media Potato Dextrosa Agar (PDA) untuk JAMUR sebesar 61,11%. “Teknologi Plasma yang terdapat dalam Zeta Green ini sudah pernah diujicobakan dan terbukti dapat memunuh virus, sehingga Zeta Green kami yakin dapat menjadi solusi dalam upaya pencegahan Covid-19,” ujar Azwar. Alat ini pun sekarang sudah banyak di adopsi dan digunakan seperti di ruang kerja Gubernur Jawa Tengah, RSUD Kariadi Semarang, Rumah Sakit Nasional Diponegoro, Lemhanas Jakarta, Polda Jateng, Departemen Kimia FMIPA UGM, dan Yayasan Budha Tsu Chi Jakarta.

Firman Bakri, selaku Direktur Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (APRISINDO), dalam Forbis Sociopreneur ke-19 memaparkan mengenai bagaimana kondisi industri alas kaki di Indonesia ini di tengah turbulensi atau masa pandemi. APRISINDO sendiri sudah berdiri sejak tahun 1988 dengan kantor pusat yang berada di Jakarta namun sudah menyebar luas di daerah lain di Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa. Firman menyatakan bahwa, “Usaha persepatuan sangatlah potensial karena Indonesia lebih banyak melakukan ekspor daripada impor. Bahkan, saat ini Indonesia menempati urutan ekspor sepatu terbesar ke-7 di dunia.” Secara keseluruhan Value Industri Alas Kaki di Indonesia mencapai Rp. 86,668 Triliun, dengan 76% (Rp. 63,9 Triliun merupakan nilai ekspor) dan 23.6% (Rp. 59,1 Triliun merupakan nilai pasar domestik). Merk sepatu yang diproduksi oleh APRISINDO antara lain, Nike, Adidas, dan sepatu merk terkenal lainnya yang diproduksi di Indonesia.

Suryandaru Surya, sebagai Direktur Eksekutif Nano Tech Indonesia (Puspitek) telah menghasilkan produk inovasi bersama timnya. Sebagai lulusan Teknik Kimia Undip 2006 dan yang termuda dalam forum, ia menciptakan produk “Nano Bubble: ATTACK” yang merupakan alat pembersih udara dan bisa menjadi salah satu solusi untuk membersihkan virus di udara pada pandemi sCovid-19 saat ini . “Pada awal produksi, produk ini digunakan untuk kebutuhan tambak udang. Namun, dengan adanya wabah pandemi Covid-19 alat ini kemudian menjadi salah satu pilihan untuk mengatasi masalah tersebut,” ungkap Suryandaru. Terbukti dengan banyaknya proses adopsi dan penggunaan alat tersebut di berbagai tempat seperti oleh PUPR, PLN, Start-Up, dan Kemenhan. Bahkan alat tersebut saat ini telah diadopsi dan dipasang di rumah isolasi karantina Covid-19 di Jakarta. Banyak pula media yang sudah meliput hasil inovasi tim Suryandaru ini. Menurutnya, bahan-bahan produksi kebanyakan sudah menggunakan produk dalam negeri, namun beberapa juga masih menggunakan bahan produk dari luar negeri.

Melalui acara ini dan dengan hadirnya para pembicara yang sukses mengembangkan inovasi bisnis mereka di era turbulensi ini dan bahkan tetap bisa menciptakan peluang usaha, diharapkan dapat menginspirasi dan membangkitkan semangat para pencipta inovasi bisnis di Indonesia untuk tetap bersemangat dalam mengembangkan inovasi bisnis yang mereka ciptakan dan tidak perlu merasa pesimis walaupun sedang berada di era turbulensi.

Informasi Kontak:
Infinite88 Consulting
consulting@infinite88.id
Serpong Park Blok BV A2 No. 57, Jl. Serpong Park Boulevard,
Tangerang Selatan, Banten,Indonesia
No. Telepon: +62819000099 (Dwi Agus Prayitno) / +628170255566 (AG Purwanto Edi)

Tinggalkan Balasan